Masuklah melalui Bab Bou Jeloud yang megah dan tinggalkan abad ke-21. Anda memasuki Fez el-Bali, Situs Warisan Dunia UNESCO dan museum hidup di mana tradisi abad pertengahan tidak hanya bertahan—mereka berkembang di tengah labirin 9.400 gang yang memusingkan.
Kisah Dua Kota
Fez sebenarnya adalah tiga kota dalam satu: Fez el-Bali (kota tua bertembok yang didirikan pada abad ke-9), Fez el-Jdid ("Fez baru" yang didirikan pada abad ke-13, rumah bagi Istana Kerajaan dan Kawasan Yahudi), dan Ville Nouvelle (kota modern yang dibangun Prancis). Fez el-Bali-lah yang menangkap imajinasi para pelancong.
Tidak seperti Marrakech, yang telah menjadi pusat wisata yang dipoles, Fez mempertahankan keunggulan otentik dan mentah. Ini adalah ibu kota spiritual dan budaya negara itu, tempat di mana keledai adalah bentuk utama transportasi dan pengrajin bekerja di bengkel yang sama seperti yang dilakukan nenek moyang mereka 500 tahun yang lalu.
"Fez adalah kota yang menuntut perhatian penuh Anda. Ia menyerang indra Anda dengan bau rempah-rempah dan kulit, suara adzan yang bergema di dinding kuno, dan pemandangan mosaik yang rumit di setiap sudut."
Keahlian Pengrajin
Fez terkenal dengan keahliannya. Medina ini diatur dalam serikat, dengan souk yang berbeda didedikasikan untuk perdagangan tertentu.
Kulit
Tempat penyamakan kulit adalah ikon. Kunjungi Chouara atau Sidi Moussa untuk melihat kulit sedang dirawat di tong-tong pewarna alami yang berwarna-warni (poppy untuk merah, nila untuk biru, kunyit untuk kuning).
Zellige (Mosaik)
Fez adalah ibu kota Zellige. Saksikan pengrajin ahli memotong geometris kecil potongan ubin dengan tangan untuk membuat pola rumit yang menghiasi air mancur dan istana.
Tembaga & Kuningan
Pergilah ke Place Seffarine untuk mendengar hantaman ritmis pekerja logam membentuk panci, nampan, dan lampu. Ini adalah simfoni keahlian.
Tenun
Di fondouk di sekitar medina, Anda dapat menemukan penentun membuat yang indah syal, jellaba, dan selimut dari sutra agave (sabra) dan wol.
Panduan Bertahan Hidup di Medina
1. Tersesatlah: Anda akan tersesat. Itu bagian dari pengalaman. Terimalah. Jika Anda benar-benar terjebak, bayar anak setempat beberapa dirham untuk memandu Anda kembali ke "Bab Bou Jeloud" atau Riad Anda.
2. "Balek!": Jika Anda mendengar ini diteriakkan di belakang Anda, minggir ke samping segera. Itu berarti "Minggir!" biasanya untuk keledai, gerobak, atau kuli angkut yang membawa beban berat.
3. Pemandu Resmi: Untuk hari pertama Anda, menyewa pemandu resmi sangat disarankan untuk membantu Anda mendapatkan arah dan memahami sejarah tanpa setengah dari kerumitan.
4. Sholat Jumat: Fez sangat religius. Pada hari Jumat (Jumu'ah), banyak toko tutup dari jam 11 pagi sampai 3 sore untuk sholat. Ini adalah waktu yang lebih tenang untuk menjelajahi arsitektur, tetapi belanja akan terbatas.
Nikmat Kuliner Fez
Makanan di Fez bisa dibilang yang terbaik di Maroko. Ini adalah rumah bagi Pastilla (atau B'stilla), pai gurih-manis yang dibuat dengan adonan warka yang menyerpih, diisi dengan merpati atau ayam, almond, telur, dan ditaburi gula bubuk dan kayu manis.
Untuk jajanan kaki lima, cobalah Bessara (sup kacang parang) untuk sarapan, atau ambil beberapa Maakouda (gorengan kentang). Dan tidak ada kunjungan yang lengkap tanpa gelas tak berujung dari teh mint manis.
Rencana Perjalanan yang Diusulkan: 48 Jam di Fez
Hari 1: Klasik
Masuk melalui Bab Bou Jeloud. Jelajahi Medersa Bou Inania. Kunjungi Penyamakan Kulit Chouara (pagi terbaik untuk cahaya). Makan siang di Cafe Clock. Jelajahi eksterior Masjid Kairaouine dan Medersa Attarine. Minuman matahari terbenam di teras atap.
Hari 2: Menyelam Lebih Dalam
Kunjungi Koperasi Tembikar di luar tembok. Kembali ke medina untuk Nejjarine Museum Seni Kayu. Jelajahi Mellah Yahudi dan gerbang Istana Kerajaan. Bersantai di Jnan Taman Sbil. Makan malam di Dar tradisional.