Akhir Pekan di
Kota Biru:
Panduan Utama
"Chefchaouen adalah tempat untuk melambat. Tidak ada monumen besar untuk diburu, tidak ada rencana perjalanan yang panik untuk diikuti. Kota itu sendiri adalah atraksinya."
Mengapa Warnanya Biru?
Ini adalah pertanyaan paling umum. Ada beberapa teori, dan kebenarannya mungkin merupakan campuran dari semuanya:
- Simbolisme Spiritual: Pengungsi Yahudi yang tiba pada tahun 1930-an mengecatnya dengan warna biru untuk mewakili langit dan kekuasaan Tuhan.
- Kontrol Suhu: Dinding biru dilaporkan membuat rumah lebih dingin di musim panas.
- Pengusir Serangga: Beberapa penduduk setempat percaya warna biru (dicampur dengan serai di masa lalu) mencegah nyamuk.
Terlepas dari asalnya, tradisi ini dijaga dengan bangga. Setiap musim semi, penduduk setempat menerapkan lapisan cat biru baru, menjaga kota tetap hidup.
Pintu masuk yang rumit dan nuansa biru yang tak terbatas.
Cara Menghindari Keramaian
Chefchaouen telah menjadi terkenal di Instagram, yang berarti jam-jam sibuk (10.00 - 16.00) bisa ramai dengan pelancong harian. Berikut adalah strategi kami untuk kunjungan yang damai:
- Bangun Pagi: Pukul 07.00, jalanan kosong, cahayanya lembut, dan kucing adalah satu-satunya teman Anda. Ini adalah jam ajaib bagi para fotografer.
- Menginap Semalam: Jangan hanya perjalanan sehari. Malam hari, setelah bus wisata pergi, kota kembali ke ritme lokalnya yang tenang.
- Jelajahi Medina Atas: Sebagian besar turis tetap berada di jalan-jalan perbelanjaan utama di dekat alun-alun. Pergilah menanjak menuju tembok kota untuk gang-gang perumahan yang tenang.
Apa yang Harus Dimakan
Berada di pegunungan, makanan di sini pedesaan dan hangat.
- Bissara: Sup kacang fava kental yang disajikan dengan minyak zaitun dan jinten. Sarapan klasik hanya dengan beberapa dirham.
- Keju Kambing (Jben): Keju putih lembut segar yang sering disajikan dengan madu dan roti hangat.
- Tagine dengan Plum: Kelezatan manis dan gurih yang sempurna untuk udara pegunungan.
Tips Mendaki: Masjid Spanyol
Jangan lewatkan pendakian matahari terbenam ke Masjid Spanyol. Dibutuhkan sekitar 20-30 menit dari gerbang timur (Bab al-Ansar). Jalurnya beraspal tetapi bisa curam. Bawa air dan kamera. Melihat seluruh kota biru bersinar di bawah cahaya jam keemasan adalah kenangan yang tak terlupakan.
Etika Fotografi
Meskipun dindingnya fotogenik, ingatlah bahwa ini adalah kota yang hidup.
- Minta Izin: Jangan pernah mengambil foto close-up penduduk setempat tanpa bertanya terlebih dahulu.
- Hormati Privasi: Jangan memotret ke pintu rumah pribadi yang terbuka.
- Bersabarlah: Tunggu orang lewat jika Anda ingin foto jalan yang jelas.