Menu
Marrakech Rooftops at Sunset
Panduan Kota

Marrakech
Terungkap

Lebih dari sekadar pawang ular dan souk. Panduan orang dalam ke halaman tersembunyi Kota Merah, pemandangan seni modern, dan rahasia kuliner.

Diperbarui Feb 2025 15 menit baca

Marrakech adalah kota dengan dua jiwa. Ada Medina kuno, labirin dinding tanah liat merah muda berusia ribuan tahun dan kelebihan sensorik, dan ada Gueliz, kota baru era kolonial dengan jalan-jalan lebar, arsitektur art deco, dan galeri-galeri yang elegan. Untuk benar-benar mengenal kota ini, Anda harus merangkul keduanya.

Kontras Marrakech

Kontras abadi: Tradisi bertemu modernitas di Kota Merah.

"Marrakech bukan hanya sekadar tempat yang Anda kunjungi; ia adalah tempat yang mengunjungi Anda. Ia meresap ke dalam indra Anda dan tetap di sana lama setelah Anda pergi."

01. Lapisan Tersembunyi Medina

Sebagian besar pengunjung terjebak dalam gravitasi Jemaa el-Fnaa, alun-alun utama. Meskipun tontonannya tak terbantahkan, kedamaian ditemukan lebih dalam di labirin.

  • Le Jardin Secret Kompleks istana abad ke-19 yang otentik dengan dua halaman yang megah—satu Islam, satu eksotis—baru saja dipulihkan ke kejayaan sebelumnya. Ini adalah bisikan kesunyian di tengah kekacauan.
  • Maison de la Photographie Rumah bagi arsip foto Maroko kuno yang menakjubkan dari tahun 1870-1960. Teras atap menawarkan salah satu pemandangan terbaik Pegunungan Atlas di atas kota.
  • Madrasah Ben Youssef Perguruan tinggi Islam terbesar di Maroko. Setelah restorasi yang cermat, keramik zellige dan ukiran kayu cedarnya sungguh menakjubkan. Pergilah jam 9 pagi untuk menghindari keramaian.

02. Gueliz: Denyut Nadi Modern

Dibangun oleh Perancis pada tahun 1930-an, Gueliz terasa seperti benua yang berbeda. Di sinilah para kreatif kota tinggal, bekerja, dan memamerkan seni mereka.

Musée Yves Saint Laurent

Penghormatan arsitektur yang menakjubkan kepada desainer yang mencintai Marrakech. Ini menyimpan koleksi couture-nya dan pameran sementara.

MACAAL

Museum Seni Kontemporer Afrika Al Maaden. Wajib bagi pecinta seni, memamerkan kreativitas benua yang semarak.

03. Makan Seperti Penduduk Lokal

Lupakan menu turis yang mahal di dekat alun-alun. Inilah tempat di mana rasa yang sebenarnya berada.

Hidangan Tempat Menemukannya Catatan Orang Dalam
Tangia Chez Lamine (Souk Abluh) Daging sapi yang dimasak perlahan dalam panci tanah liat. Hidangan klasik Marrakech.
Meshwi Mechoui Alley (dekat Jemaa el-Fnaa) Domba panggang utuh dimasak dalam oven bawah tanah. Datang lebih awal (11-12) untuk daging tersegar.
Smoothie Avokad Kedai Jalanan di mana-mana Mintalah dengan susu dan buah kering ("panache"). Sebuah hidangan tersendiri.

04. Panduan Bertahan Hidup

Menghindari "Pemandu Palsu"

Pemuda mungkin menawarkan untuk menunjukkan jalan ke "Pasar Berber" atau mengatakan "jalan ditutup". Tersenyumlah, katakan "La, shukran" (Tidak, terima kasih), dan terus berjalan. Percayalah pada GPS Anda atau tanyakan pemilik toko untuk arah.

Menawar dengan Humor

Mulailah dari 1/3 harga yang diminta. Negosiasilah dengan hormat dan senyuman. Berjalan pergi adalah taktik terkuat Anda—mereka sering kali akan memanggil Anda kembali dengan harga yang lebih baik.

Ingin melihat lebih dalam?

Rencana perjalanan "Orang Dalam Marrakech" kami menghubungkan Anda dengan sejarawan lokal, koki, dan desainer untuk sisi kota yang tidak pernah dilihat turis.

Rencanakan Perjalanan Saya
#Marrakech #PanduanKota #MakananDanMinuman